Anaknya Meningal Karena Covid 19, Keluarga Korban Hampir Diusir Warga

Covid-19
Tim medis dan aparat Jakarta Utara saat mendata keluarga korban pengusiran Covid-19 Kel. Warakas, Kec. Tanjung Priuk, Jakarta Utara, 06 April 2020 (foto Arman/terkini.id)

Terkini.id, Jakarta – Keluarga Korban yang meninggal terkena Covid-19, amat sangat dikucilkan oleh lingkungannya bahkan mereka diusir dari tempat tinggalnya.

Irma sebagai Ketua Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) DPD DKI Jakarta sangat menyayangkan, atas tindakan warga yang sangat tidak manusiawi mengusir orang tua dan keluarga korban Covid-19.

“Berduka cita karena hari Jumat anaknya sakit meninggal karena C-19, Sabtu belum cukup berduka diusir semua tetangga untuk meninggalkan kontrakan,” ucap Irma saat ada dihalaman rumah korban, di Jln Wakakak 6, No. 133 RT/RW 012/010 Kel. Warakas, Kec. Tanjung Priuk, Jakarta Utara Senin (06 April 2020).

Irma menjelaskan kronologi pengusiran keluarga korban, RT, RW setempat dan kelurahan menyarankan untuk isolasi mandiri diam dirumah.

“Sampai tetap ribut karena anaknya yang kecil juga keluar rumah dan batuk-batuk juga makin, takutlah semua tetangga” jelas ketua DPD DKI Jakarta Gercin

Irma berbaju merah bersam aparat pemerintah Jakarta Utara, dihalaman rumah korban Kel. Warakas, Kec Tanjung Priuk, Jakarta Utara 06 April 2020 (foto: Arman/terkini.id)

Menurut Irma, seharusnya pemerintah mensosialisasikan keliling turun ke warga untuk tidak mengusir siapapun yang terindikasi Orang Dalam Pantauan (ODP) Covid-19.

“Seharusnya pemerintah menyarankan kepada warganya agar OPD tidak dikucilkan, oleh warganya, harusnya ada suport semua tetangga. Dalam kedukaan anaknya meninggal,” imbuhnya.

Irma pun meminta kepada pemerintah Jakarta Utara agar memberikan informasi yang jelas, kepada siapa warga harus menghubungi bila ada kejadian serupa, biar tak menimbulkan kepanikan terhadap warga.

“Sosialisasi ke warga secara langsung. menghubungi siapa dan kemana? Biar ada konfirmasi yang pas yang bisa langsung memberikan solusi dalam masalah tersebut . Hingga tak menimbulkan kepanikan dan masalah ketentraman antar tetangga,” tandasnya.

Dilokasi juga Terlihat penangung jawab dari instansi pemerintah dan dari team medis Pemerintah Jakarta utara.Dr. Ade dari Sudin, Dr Budi Mulyadi dari tim Ambulance, Kolonel Prabowo Asop dari Kodam Jaya yg ditugaskan dari Wisma Atlet, Soleh Super Ambulance Wisma Atlet, Tri Handoko dari Danramil Warakas. Dan kepolisian dari Polsek Warakas.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

FWJ dan PWOIN DKI Kawal Insiden Laka Lantas yang Menjerat Amanda Sunindar

Kades Ditembak Mati, Pelaku Dendam Karena Dipecat Korban

Remaja Usia Sekolah Sempat Menghilang Tujuh Belas Jam, Modus Pencurian Baru

Kepala Desa Cikareo Meninggal Dunia, Jasa Almarhum Dikenang Seluruh Warganya

Penyaluran BPNT Bogor Dinilai Sarat Penuh Dengan KKN

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar