Terkini.id, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo mengarahkan penyaluran BLT dana desa bisa dapat diperpanjang sampai Desember 2020.
Yang menjadi permasalahannya ialah, desa-desa yang sudah dulu melakukan percepatan pencairan dana desa, uang tidak cukup untuk mendanai perpanjangan BLT dana desa.
Setidaknya, ada sekita 550 desa di 33 provinsi yang perlu adanya tambahan anggaran kalau ingin memperpanjang BLT dana desa hingga Desember 2020 sesuai apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden.
"Oleh karena itu, kekurangan BLT dana desa tersebut akan ditutupi oleh pemerintah. “Dan hal tersebut sudah disepakati,” kata Abdul Halim dalam konferensi pers, Selasa, 04 Agustus 2020, seperi dikutip dari updesa.com.
Beliau juga berharap dapat tambahan dana. "Nilainya Rp 53 miliar sudah kita bahas di rapat tingkat menteri,” terangnya.
Halim menyampaikan, hingga saat ini penyaluran BLT dana desa termin satu bulan pertama sudah mencapai 99 persen. Artinya, tinggal 1 persen lagi 100 persen.
Sedangkan, untuk total penyaluran termin satu bulan pertama sebesar Rp 12,7 triliun. Terdiri dari bulan pertama sejumlah Rp 4,73 triliun, bulan kedua Rp 4,33 dan bulan ketiga sejumlah Rp 3,18 triliun.
Sementara untuk termin satu bulan ketiga sebesar Rp 73,61 miliar, rencanannya akan disalurkan pada Oktober 2020.










