Kelompok Tani Gercin Tetap Gencarkan Anggotanya untuk Mengelola dan Memanfaatkan Lahan Kosong

Terkini.id, Jakarta – Kelompok tani Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) tetap aktif produktif dan penuh kreatif memanfaatkan lahan sempit.

Bu Sarkem salah satu Korlap lapangan Kelompok Tani Gercin masih tetap menanam tanaman di Balkon rumahnya sendiri, seperti Buah Naga, sekalipun diatap rumah yang sempit.

Tapi, tangan dingin Bu Sarkem mampu membuat apapun yang ditanamnya menjadi subur dan berbuah begitu juga dengan itik, bebek, ayam dan juga lele peliharaannya.

Baca Juga: Ini Pesan Ketua DPD Gercin DKI Jakarta saat Gelar Acara...

Ibu Sarkem sebagai anggota kelompok dan Korlap Tani Gercin masih aktif dalam kelompoknya itu menyebutkan, buah Naga yang telah berbuah bisa dinikmati bersama.

“Buah Naganya yang manis dan segar, siapapun yg datang berkunjung tinggal petik bisa langsung dimakan atau dibawa pulang,” kata Bu Sarkem saat dihubungi wartawan, Jumat 14 Januari 2022.

Baca Juga: Pengurus Kelompok Tani Gercin Jakarta Kecewa Pagar dan Tanamannya Dirusak

“Sungguh manis segar dan enak sekali rasa buah naganya, sehat juga tanpa tercemari polusi,” lanjutnya.

Hasil tanaman sekalipun tidak banyak tapi bisa berbagi dengan sesama anggota, kata Bu Sarkem, ia juga mengatakan sedang mengisi waktu kosong dipagi harinya dengan mengurus tanamannya.

Sarkem juga manfaatin hasil tanam yg didekat lahan rumahnya itu dengan menanam singkong dan digiatkan menerima pesanan, untuk buat kue goreng bahan singkong yang diisi dengan rasa manis dari gula merah dan rasa pedas, dari isi oncom didalamnya yang memiliki rasa berbeda dari lain, jauh lebih enak dan sehat.

Baca Juga: DPD Gercin DKI dan KSB DPC se Jakarta Peringati Hari...

kreatif dan menarik buat singkong Thailand dimana singkongnya direbus dan ditaburi keju dan saos susu, dan banyak rasa berbagai pilihan.

Ditempat berbeda Irma Indriani sebagai Ketua DPD Gercin DKI Jakarta menyebutkan, selain BU sarkem banyak lagi anggota-anggota kelompok Tani Gercin yang kreatif di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Olahan makanan hasil Kelompok Tani Gercin DKI Jakarta. Foto: Arman.

“Dengan buat cemilan dari tepung dan bumbu bawang yang digoreng kering rasanya gurih seperti kulit pangsit, singkong tipis digoreng dengan gula halus dan balado untuk cemilan enak sekali. Jus timun yang segar untuk peyek kacang dan teri juga kulit pangsit yang diproduksi Bu Titi nggak kalah kreatif, enak juga. Untukj Jakarta Selatan  apem, kue basah dan serabi buatan Bu Henny enak juga,” jelas Irma memuji kreatifitas anggotanya.

Begitu juga dengan istri pak Iwan yang selalu buat kue pilus dan serawut yang dari singkong diparut diisi gula merah dikukus dan ditaburi kelapa. Enak dan sehat perut juga kenyang apalagi minumnya dengan kopi NTT atau coffe mix bisa juga dengan kopi tubruk asli Jawa.

“Jika soal masakan pastinya nih ratu masaknya ada pada Bu Reni istri pak Narji, dimana masakan khasnya yang paling digandrungi semua anggota kalau kumpul. Yaitu sayur asem sambal dan ikan asin krupuknya yang tawar juga jengkolnya dan ayam goring. Semua yang ngicipin pasti pada ketagihan,” lanjut Irma bercerita.

Ada satu lagi yaitu Bu Yati juga terkenal dengan nasi uduknya yang gurih, kata Irma, dengan mihun ,jengkol ayam kremes dan sambelnya bener-bener legit banget gurih enak pokonya.

Olahan makanan (buah naga) hasil Kelompok Tani Gercin DKI Jakarta. Foto: Arman.

“Selesai makan nasi udukminumnya pasti jus Timun, aduh lewat deh semua rasa jus timun yang segar sangat menyegarkan, buat lebih semangat lagi untuk saling menjaga kebersamaan,” terangnya.

Terus terang saya sebagai ketua sangat bangga dengan semua anggota yang penuh semangat dalam menambah penghasilan dan kreatif, dalam mengolah makanan dari hasil yang ditanam. Semua berbagi dalam kebersamaan indahnya.

“Sekalipun penuh perbedaan tapi kita saling kompak dan saling jaga persaudaraan, hal tersebut yang tidak dapat kita lupakan sampai kapanpun,” kata Irma.

Kelompok tani Gercin DPD DKI dengan semua DPC se-DKI sangat solid dan makin kuat juga makin maju kedepan.

“Asal tetap saling bergotong royong dan saling pengertian, saling menghargai dan saling menghormati demi menjaga marwah kebersamaan,” tandas Irma.

Bagikan