Indonesia Negara Kompetitif dan Pasar Potensial Fintech

Fintech
Fintech Indonesia menurut BI hanya terbagi dalam 4 jenis.

Terkini.id, Jakarta Perkembangan FinTech Indonesia memiliki banyak jenisnya yang dominasi perusahaan startup.Tidak hanya pembayaran, Fintech Indonesia juga berkembang dibidang lending atau peminjaman, investasi ritel, crowdfunding, perencanaan keuangan, riset keuangan, juga remitans.

Sedangkan di negara maju hanya terbagi menjadi dua segmen perusahaan ritel dan perusahaan besar. Tujuan perusahaan FinTech untuk mempermudah masyarakat mengakses produk keuangan, mempermudah transaksi secara keuangan, dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat perihal literasi keuangan.

Yang beda dari negara lain, kehadiran Fintech di Indonesia ini membuat, perusahaan startup mampu berkembang dengan baik dan tergolong cepat serta konsisten.

Ratusan perusahaan Fintech di Indonesia yang terus bertumbuh.

Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia sangat respek dan peduli akan suatu perubahan sehingga layak dijadikan negara yang kompetitif di bidang ini.

Peluang yang begitu bagus ini dilirik oleh pelaku bisnis dengan membentuk perusahaan fintech baru hingga puluhan jumlahnya di Indonesia.

Menurut Bank Indonesia, meskipun fintech memiliki banyak layanan dan produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat, BI hanya membagi Fintech ke dalam 4 jenis yaitu:

  1. Peer-to-Peer (P2P) Lending dan Crowdfunding

Disebut juga marketplace finansial. Platform ini mampu mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak pemodal sebagai modal usaha atau investasi dan biasanya, proses P2P lending ini lebih praktis karena dilakukan dalam satu online platform.

  1. Manajemen Risiko Investasi

Untuk Fintech jenis ini, kita dapat memantau kondisi keuangan juga melakukan perencanaan keuangan dengan lebih mudah dan praktis. Jenis manajemen risiko investasi biasanya hadir dapat diakses melalui smartphone. Kita cuma memberikan data yang dibutuhkan untuk dapat mengontrol keuangan.

  1. Payment, Clearing, dan Settlement

Banyak startup finansial yang sering menyediakan payment gateaway atau e-wallet dimana kedua produk tersebut masih masuk dalam kategori payment, clearing, dan settlement.

  1. Market Aggregator

Sedangkan fintech jenis ini saat ini mengacu portal yang mengumpulkan beragam informasi terkait keuangan untuk disuguhkan ke audiens atau pengguna. Fintech jenis ini berisi berbagai informasi, tips keuangan, kartu kredit, dan investasi.

Dengan fintech jenis ini, diharapkan dapat menyerap banyak informasi sebelum mengambil keputusan terkait keuangan.

Selain tujuan komersil, kelebihan Fintech memberikan kemudahan berdonasi, melakukan pembayaran, mengelola kekuangan, membuka rekening, memilih produk investasi juga memudahkan berinvestasi serta memilih produk keuangan.

Disamping kelebihan ternyata Fintech juga mempunyai kekurangan yaitu, banyak masyarakat umum yang terkecoh dengan Fintech abal-abal yang mengiming –imingi dengan keuntungan besar dan pengumpuplan dana yang tidak jelas.

Pastikan selalu keaslian situs Fintech yang kita ingin tuju dengan mengetahui apakah Fintech tersebut telah mendapatkan izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Startup Pionir Community Enabler Resmi Launching di Babel, Ini Fitur Kerennya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar