Jongkie Sugiarto, Ketua 1 GAIKINDO : Stimulus Mampu Dongkrak Penjualan Otomotif

Jongkie Sugiarto
Jongkie Sugiarto, Ketua 1 GAIKINDO harap pemerintah keluarkan stimulus otomotif agar dongkrak penjualan mobil.

Terkini.id, Jakarta – Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) berharap pemerintah mengeluarkan sejumlah stimulus untuk membantu industri otomotif bangkit dari krisis akibat pandemi Corona.

Apalagi penjualan otomotif di Jakarta selama ini menyumbang kontribusi otomotif hingga 40 persen secara nasional bakal terganggu apalagi akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 27 September 2020 bahkan akan berlanjut sampai 10 Oktober jika terus terjadi penambahan kasus harian.

Ketua I GAIKINDO Jongkie Sugiarto meminta pemerintah mengeluarkan relaksasi pajak pembelian mobil. Hal ini dimaksudkan agar angka penjualan industri mobil bisa kembali terkerek naik.

Pameran otomotif yang digelar beberapa bulan lalu di Jakarta. (Foto:Indonesiaautoshow.com)

“Kami sudah minta stimulus yang langsung mengena ke harga jual mobil, kami masih menunggu keputusan pemerintah,” kata Jongkie seperti dikutip dari laman gaikindo.or.id pada Senin, 14 September 2020 lalu.

Secara bulanan memang ada kenaikan penjualan retail mobil baru. Tapi angkanya jauh dari capaian kondisi normal.

Lebih lanjut Jongkie mengatakan pemerintah perlu memotong pajak-pajak yang ada dikenakan pada otomotif, sehingga harga mobil lebih murah.

“Karena daya beli masyarakat ini sudah turun, maka harus ada stimulus yang bisa menurunkan harga kendaraan bermotor,” kata Jongkie lagi.

Pemberian stimulus dibeberapa negara tetangga mampu mendongkrak penjualan mobil. Di Malaysia misalnya, stimulusnya adalah pembebasan pajak penjualan 100 persen untuk model yang dirakit secara lokal (CKD) dan 50 persen untuk model yang diimpor secara utuh (completely built up, CBU) hingga 31 Desember 2020.

Pada bulan Mei lalu, GAIKINDO telah mengeluarkan tiga usulan sebagai stimulus penjualan otomotif. Stimulus pertama yaitu soal keringanan Pajak Kendaraan Bermotor. Untuk hal ini GAIKINDO sudah bekerja sama dan menulis surat kepada seluruh gubernur di Indonesia, termasuk Kementerian Dalam Negeri, untuk menginformasikan permintaan tersebut, yakni pemotongan pajak agar turun hingga 30 sampai 50 persen.

Selain pemotongan pajak, perangsang lain yang diajukan GAIKINDO berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan soal proses restitusi pajak yang selama ini membebani konsumen.

Kelonggaran lain yang diminta GAIKINDO adalah tak ada penggunaan minimum untuk biaya listrik dan bahan bakar gas, serta transaksi menggunakan rupiah bukan dolar.

Selanjutnya adalah kelonggaran dalam proses permit extension, dan optimalisasi kapasitas produksi terpasang serta meminta prinsipal memindahkan pesanan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

DPD DKI Jakarta Gercin Kesbangpol Pemprov DKI Jalin Kerjasama di Bidang Pertanian

PT. Safa Tetap Optimis Pasarkan Properti di Tengah Wabah Corona

Punya Hutang ke Bank? Ini Cara Dapatkan Keringanan Cicilan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar