Prihatin Kehidupan Bangsa, KAMI Serukan Maklumat Selamatkan Indonesia

Deklarator KAMI
Deklarator KAMi membacakan 8 maklumat menyelamatkan Indonesia.

Terkini.id, Jakarta – 150 tokoh mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa,18 Agustus 2020.

Mereka pun melayangkan delapan tuntutan kepada pemerintah, DPR, dan aparat hukum.

Salah satu poin yang dibacakan Din Syamsudin dan Gatot Nurmantyo adalah, menuntut Presiden untuk bertanggung jawab sesuai sumpah dan janji jabatannya serta mendesak lembaga-lembaga negara (MPR, DPR, DPD dan MK) untuk melaksanakan fungsi dan kewenangan konstitusionalnya demi menyelamatkan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

KAMI juga mendesak pemerintah dan para anggota legislatif untuk menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan jiwa, semangat dan nilai Pembukaan UUDasar 1945 dan Pancasila.

Elemen masyarakat menghadiri deklarasi Koalisi AKsi Menyelamatkan Indonesia (KAMI

AMI menuntut pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19, guna menyelamatkan rakyat Indonesia.

Said Didu, mantan Sekertaris Kementrian BUMN juga membacakan tututan KAMI. “Tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban, dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu Iangsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.

Selain itu, KAMI menuntut pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin, petani dan nelayan, guru/dosen, tenaga kerja bangsa sendiri, pelaku UMKM dan koperasi, serta pedagang sektor informa|, daripada membela kepentingan pengusaha besar dan asing.

Kami juga mendesak penyelenggara negara, khususnya pemerintah dan DPR, untuk memperbaiki praktek pembentukan hukum yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Pakar hukum tata negara Refly Harun menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan penegakan hukum yang karut marut dan diskriminatif, memberantas mafia hukum, menghentikan kriminalisasi lawan-Iawan politik, menangkap dan menghukum berat para penjarah kekayaan negara.

KAMI menuntut juga agar penyelenggara negara menghentikan sistem dan praktek KKN serta sistem dan praktek oligarki, kleptokrasi, politik dinasti, dan penyelewengan/ penyalahgunaan kekuasaan.

Poin lainnya, KAMI juga mendesak pemerintah, DPR, DPD dan MPR tidak memberi peluang bangkitnya komunisme, ideologi anti Pancasila Iainnya, dan separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme serta upaya memecah belah masyarakat.

Sementara itu, Muhsin Al Atas mendesak pemerintah agar menegakkan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif, dengan tidak condong bertekuk lutut kepada negara tertentu.

Sedangkan Rocky Gerung, juga membacakan salah satu tuntutan. Rocky mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945.

“Agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Din Syamsudin, KAMI adalah gerakan moral masyarakat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen bangsa yang tujuannya tidak lain untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

Sebagai gerakan moral, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu, KAMI juga berdimensi politik, tetapi bukan politik praktis.

“Kalau pun kami bergerak ke dimensi poltik, adalah politik moral. Ini lebih tinggi dari politik praktis. Dan ini dijamin oleh UU untuk berserikat, untuk melakukan social control,” tuturnya.

Di antara 150 tokoh itu, kata Din hadir Rachmawati Soekarnoputri, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

KAMI Dideklarasikan Sejumlah Tokoh, Ini 10 Jati Dirinya

Pratikno : Hentikan Aktivitas dan Berdiri Tegak pada 17 Agustus 2020 Pukul 10.17 WIB

BLT Dana Desa Diperpanjang, Ini yang Dikatakan Mentri Desa PDTT

Rancangan Perpres Tentang Tugas TNI Menuai Banyak Kritikan

Reproduksi Corona Masih 1,1, Alasan Anies Perpanjang PSBB Hingga 4 Juni

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar