Masa AMPD Tuntut DPP Gerindra Membatalkan Costan Oktemka Sebagai Bupati Pegunungan Bintang

Masa AMPD Tuntut DPP Gerindra, Membatalkan Costan Oktemka Sebagai Bupati Pegunungan Bintang
Masa AMPD Tuntut DPP Gerindra, Membatalkan Costan Oktemka Sebagai Bupati Pegunungan Bintang. Foto: Arman.

Terkini.id, Jakarta – Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi mengadakan aksi demo di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra (Gerakan Rakyat Indonesia).

Gilardino salah satu koordinator demo dari AMPD mengatakan dalam orasinya, pemimpin adalah cermin budaya dan tingkat kecerdasan warga yang dipimpinnya.

Dalam pengertian ini, setiap pemimpin dituntut untuk mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, Serta menjunjung tinggi nilai moral dan adat ketimuran yang begitu melekat dengan masyarakat Indonesia.

“Hari ini, gambaran konsep ideal tersebut berbanding terbalik dengan perilaku Bupati Pegunungan Bintang, Papua saat ini, Costan Oktemka,” ungkap Gilardino dalam orasinya di depan kantor DPP partai Gerindra, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2020.

Gilardino saat memberika orasi di depan DPP partai Gerindra. Foto: Arman.

Bupati kami ini, selain terindikasiterlibat dalam sejumlah kasus korupsi juga memiliki banyak masalah lanjutnya. “Pada 12 April 2018 lalu rumah pribadinya pernah dibakar warga, tepat di hari ulang tahun Kabupaten Pegunungan Bintang. Pembakaran rumah tersebut merupakan awal dari aksi,” lanjut Gilardino.

Gilardino menyebutkan, bahwa yang dilakukan Selama berhari-hari oleh warga dari 14 Distrik. Aksi ini lahir dari refleksi atas kondisi di Kabupaten Bintang yang tidak kunjung membaik.

“Pembakaran rumah seorang Bupati
oleh warganya sendiri juga merupakan bentuk ketidakpercayan warga Kabupaten PegununganBintang terhadap pemimpinnya,” tegas dia menceritakan suasana yang telah terjadi di kabupaten Bintang.

Poster tuntutan. Foto: Arman.

“Ini mungkin baru pertama kali terjadi dalam sejarah RepublikIndonesia ini berdiri,” lanjutnya.

Selain itu koordinaor demo juga mengatakan, bahwa desakan mundur juga telah dilakukan oleh ketua DPRD. “Hal ini lantaran sejumlahindikasi korupsi yang mulai tercium tapi tak kunjung diproses,” terangnya.

Laporan hukum atas dirinyamenumpuk di sejumlah lembaga penegakan hukum, tetapi tidak kunjung diproses sampai hari ini.

Berkaitan dengan hal itu, kami Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi dengan inimenyampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, agar mempertimbangkan kembalimendukung Costan Oktemka untuk kembali maju sebagai calon Bupati pada Pilkada bulan Desember nanti.

“Partai Gerindra sebagai partai besar juga perlu mempertimbangkan moralitas
pejabat publik yang diusungnya,” tandasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Brimob Disiagakan Dalam Pengamanan Ormas di Mapolda Banten

Korps Brimob dan DVI Polri Hadir untuk Kemanusiaan

Di Depan Kantor Kompas TV Jakarta Pendukung Appi-Rahman Ditikam OTK

Dimasa Pandemi Waroeng Steak & Shake Berkolaborasi dengan Dr. Tirta ‘Razia Perut Lapar’ di Jakarta Utara

PPMM Kumpulkan Para Pemuda dari Aceh sampai Papua untuk Ambil Alih Tugas Negara

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar