Remaja Usia Sekolah Sempat Menghilang Tujuh Belas Jam, Modus Pencurian Baru

Modus
I sebelum hilang dari rumah. (Foto: Secren Shoot).

Terkini.id, Sumedang – Salah satu remaja putri berinisial I (15) sempet menghilang selama tujuh belas jam, remaja putri ini berasal dari kampung Sedong, desa Krisik, kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang.

Salah seorang warga kampung sedong, sebut saja Achung, dia menuturkan keronologis kejadian hilangnya saudari (I) yang masih duduk dibangku sekolah.

menurutnya, I bersama kedua temannya sekitar pukul 1:00 hari Rabu 17 Juni 2020. keluar dari rumah memakai kendaraan roda dua, hanya untuk sekedar jalan-jalan, pas dijalan Gunung Cakrabuana di wilayah desa Cimungkal, kecamatan Wado, kabupaten Sumedang.

Ketiga remaja putra dan putri ini disegat oleh orang yang tidak dikenal yang mengaku sebagai Intel.

I bersama temannya. (Foto: Secreen Shoot).

“Disegat sama yang ngaku Intel media,” tutur Achung salah satu warga kampung Sedong, saat dihubungiJakarta.terkini.idmelalui sambungan telpon, Kamis 18 Juni 2020.

Lalu lelaki yang mengaku Intel tersebut menanyakan STNK motor yang dipake ketiga remaja tersebut lanjut Achung, yang kedua remaja disuruh kembali ke rumahnya untuk mengambil STNK dan I ditahan bersama Hand Phone milik ketiga remaja tersebut.

“Ya, yang dua disuruh pulang untuk mengambil STNK I ditahan bersama tiga HP milik mereka,” jelas Achung penuh semangat.

Setelah 17 Jam menghilang, akhirnya I kembali dengan selamat. pada hari kamis 18 Juni 2020 sekitar pukul 10.00 pagi, dengan diantar tukang ojeg hanya saja remaja tersebut sedikit mengalami trauma.

“Saat warga kampung Sedong melakukan pencarian, kami diberi kabar dari desa Krisik bahwa I sudah berada di kantor desa. Tapi saat I ditanya I seperti ketakutan mungkin dia trauma,” ungkapnya.

Achung pun mengatakan, dulu juga sempat terjadi di wilayah lain modus seperti ini, sepertinya ini bukan modus baru.

“Ini modus pencurian HP, bukan modus baru, pernah juga terjadi diwilayah lain,” katanya.

Achung pun mengahimbau kepada teman-teman dan kepada remaja sekitar kampungnya agar selalu berhati-hati bila bertemu dengan orang yang mengaku-mengaku intel dijalan sepi.lebih baik kita melapor kepada pemerintah setempat.

“Kalau ketemu yang ngaku Intel ditempat sepi hiraukan saja, bila perlu melapor secepatnya kepada aparat, pemerintahan setempat,” tandasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kemendes PDTT Gandeng KPK, untuk Berantas Korupsi di Tingkat Desa

Pelaku Curat Terhadap Pengendara Grab Ditangkap Unit Reskrim Polsek Limo

FWJ dan PWOIN DKI Kawal Insiden Laka Lantas yang Menjerat Amanda Sunindar

Kades Ditembak Mati, Pelaku Dendam Karena Dipecat Korban

Kepala Desa Cikareo Meninggal Dunia, Jasa Almarhum Dikenang Seluruh Warganya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar