Bibir Pecah-Pecah dan Kering, Bisa Jadi Anda Terinfeksi Virus Corona

Virus Corona
Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. (Foto: Liputan6.com).

Terkini.id, Jakarta – Pandemi virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia. Virus mematikan ini pun menginfeksi setiap orang dengan cara berbeda.

Ada orang yang mengalami gejala umum batuk dan demam, ada pula seseorang yang tidak mengalami gejala apapun ketika terinfeksi virus corona. Karena itulah, semua orang disarankan memakai masker dan menjaga jarak sosial.

Tapi, Anda bisa jadi berisiko ketika memiliki bibir yang kering dan pecah-pecah. Para ilmuwan pun telah menemukan beberapa tanda tersembunyi dari virus corona Covid-19 pada bibir.

Jika Anda terinfeksi virus corona Covid-19. ada kemungkinan bibir sedikit berubah, salah satunya bibir berubah warna. Bibir yang membiru sempat disebut sebagai tanda infeksi virus corona.

Selain bibir membiru, Anda juga perlu mewaspadai bibir kering, pecah-pecah dan terasa sakit. Karena, semua kondisi yang memengaruhi bibir itu bisa jadi tanda akhir infeksi virus corona.

Virus corona tidak hanya memengaruhi kondisi bibir, pasien juga bisa mengembangkan luka yang menyakitkan di bagian dalam mulutnya.

Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. (Foto: Liputan6.com).

“Laporan yang pertama kali datang dari China dan Eropa menunjukkan bahwa kulit bisa terkena dampak virus corona hingga 20 persen dari kasus umum,” kata COVID Symptom Study seperti dikutip dari suara.com Jaringan Terkini.id, Rabu 17 Juni 2020.

Virus corona ini memang memicu sejumlah reaksi kekebalan. Sehingga tak mengherankan bila kulit dan bibir juga akan terkena dampaknya.

Namun, virus corona Covid-19 bisa menyebabkan berbagai tanda dan gejala kulit. Karena itulah, ruam di kulit yang bisa jadi tanda infeksi virus corona justru telat terdeteksi.

“Covid-19 juga bisa menyebabkan mata sakit dan berair. Seseorang juga mungkin merasakan sakit di area bibir, bibir kering dan pecah-pecah. Rasa sakit di dalam mulut juga bisa terjadi,” jelasnya.

Perlu diingat, bibir kering dan pecah-pecah juga bisa pertanda kondisi lain. Pada dasarnya, bibir yang sakit dengan beberapa daerah keputihan dan penskalaan (chelilitis) itu bisa disebabkan oleh Covid-19.

Sementara itu, virus corona juga bisa menyebabkan bibir bengkak, karena gatal-gatal. Beberapa pasien virus corona mengaku memiliki ruam yang gatal di seluruh tubuhnya.

Jika, rasa gatal ini berkembang di bibir. Maka kondisi itu bisa menyebabkan peradangan parah. Selain itu, pasien juga perlu segera memeriksakan dirinya bila mengalami pembengkakan bibir, kesulitan bernapas dan mengi.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Perangkat Desa Harus Netral Pada Pilkades dan Pemilihan Umum Lainnya

Irma Indriani: Pengalaman yang Sangat Menginspirasi dimasa PSBB DKI Jakarta

Ini 3 Waktu Mustajab Dikabulkannya Doa Kita di Bulan Ramadan

Perlukah Khawatir Terhadap Tetangga Terkena Covid-19? Mereka Butuh Cinta

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar