Pengurus GTKHNK 35+ Karawang Kecam Indra Charismiadji yang Singgung Jutaan Guru

Dede Solihin
Dede Solihin, pengurus GTKHNK 35+ Karawang, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Karawang – Indra Charismiadji selaku pengamat dan praktisi edukasi 4.0 dari CERDAS (Center for Education Regulations & Development Analysis) melontarkan pernyataan yang dinilai beberapa kalangan merendahkan jutaan guru Indonesia.

Dalam pernyataannya Indra menuding jika mayoritas guru baik PNS maupun honorer gagap teknologi alias gaptek, sehingga anak-anak mengalami stres menjalani program belajar dari rumah selama pandemi Corona dan menganggap para guru berkualitas rendah tetapi ingin gaji besar.

Respon beragam datang dari berbagai guru salah satunya Nor Ismi, guru honorer sekaligus ketua forum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori 35 Tahun ke Atas (GTKHNK35+) Pamekasan.

Suasana belajar siswa di Karawang yang gurunya menggunakan laptop sebagai alat bantu proses belajar. (Foto: Istimewa)

Menurut Nor, guru di era teknologi saat ini juga telah menggunakan IT dalam proses belajar mengajar.

“Kami ngajar sudah pakai IT, dan saya pribadi kebetulan sudah lulus PPG, yang pre test-nya saja sudah sistem CAT (Computer Assistad Test), dan proses PPG tugasnya menggunakan IT semua,” jelas Ismi lagi.

Nor Ismi tidak terima dengan tudingan yang menyatakan mayoritas guru itu gaptek dan tidak berkualitas dan meminta Indra meminta maaf kepada semua guru karena pernyataan itu melukai perasaan jutaan guru di seluruh tanah air.

Selain Nor Ismi, pengurus GTKHNK 35+ Karawang, Dede Solihin S. Pdi juga mengecam pernyataan Indra Charismiadji.

Dede berharap Indra Charismiadi lebih riil dalam mengkritisi guru jangan melihat sebagian sisi saja.

Menurut Dede, GTKHNK35+ agar lebih diperhatikan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya Keppres PNS tanpa tes, karena dengan puluhan tahun mengajar itu merupakan tes bagi guru honorer.

Lebih lanjut, Dede Solihin selaku pengurus pengurus GTKHNK 35+ Karawang mengeluarkan sikap atas pernyataan Indra Charismiadji berisi 6 point yang diterima Jakarta.Terkini.id, Jum’at,15 Mei 2020.

Kepada CERDAS (Center of Education Regulation and Development Analysis)

GTKHNK35+ Tidak gaptek makanya kami mendapatkan dukungan dari Pemda dan DPRD mendapatkan KEPPRES PNS Tanpa Tes.

Siswa stress bukan gara-gara GTKHNK35+ Gaptek tapi belajar dirumah membuat anak-anak stress karena belajar dengan orang tua sedangkan orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk mengajarkan ana-anaknya karena profesi orang tua bukan sebagai pendidik anak-anak dalam bidang ilmu pengetahuan seperti di sekolah.

GTKHNK35+ tidak gaptek alasannya adalah :

1. Guru dalam pembelajaran banyak menggunakan media elektronik, seperti laptop, printer, scanner dan sebagainya.

2. Dalam mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru menggunakan laptop, printer.

3. Untuk mendapatkan materi pendukung, pengayaan dan sebagainya, guru browser kemana-mana menggunakan Ilmu IT.

4. Untuk pengisian data guru dan tenaga Kependidikan seperti Dapodik, Siaga, Emis, PKB, PPG, dll semua menggunakan laptop berbasis Online ( IT) maupun offline.

5. Model pembelajaran banyak memerlukan IT sehingga guru secara profesionalisme harus mampu menggunakan IT.

6. Tenaga kependidikan dihadapkan banyak model IT dalam pekerjaannya, baik pustawakan maupun operator dapodik, seperti misal perpustakaan digital ( entry data buku perpustakaan ), data dapodik utk entry data siswa, data guru dan tendik, sarpras, pengisian gaji berkala, kenaikan pangkat, dan lain sebagainya, juga staf kependidikan lain utk mengurus SIMDA Barang, SIMDA keuangan yang semuanya di entry secara online.

Tak lupa peran penjaga sekolah, satpam, tenaga kebersihan yang mana sangat di perlukan oleh sekolah, sebagai wujud keamanan dan kenyamanan di dalam sekolah tersebut.

Dede mengungkapkanjika CERDAS ada media online, GTKHNK35+ juga ada media onlinenya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Reproduksi Corona Masih 1,1, Alasan Anies Perpanjang PSBB Hingga 4 Juni

Laporan Kinerja DPRD Kabupaten Bogor Masa Persidangan II Tahun 2020

Dukung PSBB, KRL Akan Uji Coba Setop Beroperasi 18 April

Irjen Pol Nana Sudjana : Kelompok Anarcho Rencanakan Penjarahan

Pemerintah Revisi Cuti Lebaran dan Hari Libur Nasional 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar