Guru Honorer Punya Istri Tiga, Beberkan Cerita Uniknya

Poligami
Ilustrasi seorang suami memiliki istri tiga. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Jakarta – Cerita kali ini didapat dari cerita seseorang guru honorer di sesuatu kampung di kota serbu.

Berawal dari curhat tentang beratnya hidup berumah tangga, sehabis ditelisik, nyatanya dia memiliki istri 3. oalah, ya iyalah berat, satu aja repot, apalagi 3.

Sebut aja namanya kumed (55) , lelaki berkacamata dengan rambut disisir ke samping itu berperawakan besar besar.

Mukanya oval, nampak kerutan di sisi mata dengan kulit sawo matang, kumed mengaku amat menggemari nasi padang.

Terlebih lagi, tempat kesukaan makan berbarengan istri-istrinya juga tidak lain merupakan salah satu rumah makan Padang di kota Serbu. hadeuh, ini kok jadi ngomongin nasi Padang sih, ditemui wartawan di salah satu kegiatan di kota serbu, kumed nampak bersemangat dalam menanggapi tiap persoalan.

Sampai bisa jadi lantaran tidak tahan mau mengantarkan curhatan, berceritalah dia tentang kesehariannya yang tidak biasa.

Hidup dengan 3 istri dalam satu rumah, buatnya banyak dinyinyiri orang yang tidak lain sahabat dekat. astaga. Kasihan.

“Sudah ketahui aku pula tekanan pikiran ngurusin 3 istri, ini malah diomongin lagi. apa tidak harus terdapat kerjaan lain ya mereka tidak hanya menghina aku terus,” keluhnya.

Tidak terima atas omongan tidak lezat dari sahabat dan juga orang sebelah, kumed sering kali berangkat seakan tidak hirau pada mereka, dikutip dari laman red-one.beritabesar.xyz Jakarta, Kamis 14 Mei 2020.

Parahnya, bukannya siuman hendak amarahnya yang membara, orang -orang malah terus menjadi mengompori. jadilah kumed memusuhi.

Terlebih lagi, serupa dikisahkan kumed, dia sempat hingga ribut dengan orang yang baru diketahui, tetapi sudah berani menghina.

Menyangka urusan rumah tangga dapat diperuntukan olahan bercandaan, si sahabat barunya itu meledek di depan orang-orang.

Tanpa basa-basi, di gardu pos ronda yang tidak jauh dari kantor desa, kumed menghajar muka si sahabat hingga tersungkur. beruntung, kala hendak dibalas orang-orang langsung berperan.

Dipeganginya kumed dan juga si sahabat bersama-sama. mereka juga diamankan ke kantor desa. astaga, benar ia ngomong apa sih, kang?

“Masa ia bilang, kerja hanya guru honorer, sok-sokan memiliki istri 3. atuh itu mah sama aja menyiksa,” kata kumed meniru perkataan temannya. duh, tabah ya kang.

“Duh kang, bahwa tidak harus sabar-sabar banget mah bisa jadi aku sudah cerai dari dahulu, ” keluh kumed. lagian kang kumed siapa suruh memiliki istri 3.

“Saya pula awal mulanya tidak harus terdapat hasrat dapat memiliki 3 istri. panjang ceritanya, kang!” ucapnya.

Tepatnya di 2007, sehabis menamatkan tarbiyah di tingkatan d-3, dengan modal seadanya, kumed mantap mengakhiri masa lajang dan juga bersiap memperisitri perempuan pujaan hati.

Dengan penuh khidmat, dia mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, saksi mata, dan juga wali dari mempelai perempuan.

Memadu janji sehidup semati, kumed dan juga si pacar formal jadi sejoli suami istri. waktu itu dia belum bekerja.

Biasalah, serupa dirasakan orang-orang pada lazimnya, tuntas sekolah, tentu hadapi fase pengangguran sembari menyebarkan lamaran.

Sampai 3 bulan setelah itu, seakan allah mengabulkan doa dan juga menanggapi perjuangan si suami, kumed menemukan pekerjaan bagaikan karyawan di salah satu industri swasta.

Tetapi lantaran tidak betah dengan pola kerja yang amat menghabiskan tenaga. setahun setelahnya dia memilah menyudahinya.

Sementara itu, waktu itu kumed dan juga si istri sudah mempunyai buah hati. pasrah dengan dengan kondisi, pekerjaan juga tiba.

Dia dimohon jadi tenaga pengajar di sekolah dasar tempat tetangganya bekerja. semenjak dikala seperti itu, dini mula seluruh kejutan hidup tiba tidak terduga.

Terlahir dari keluarga simpel, kumed populer baik dan juga giat bekerja. profesinya bagaikan guru juga banyak disukai muridnya.

Sampai di tahun kedua menggeluti kegiatan bagaikan guru, kumed tidak dapat menolak realitas bahwa terdapat salah satu muridnya yang tidak memiliki bapak dan juga hidup terlunta-lunta berbarengan ibunya.

Tidak tega pada si murid, kumed juga mendatangi rumahnya. betapa gemetar kakinya kala memandang keadaan rumah si murid yang tidak layak.

Dia juga memohon mereka tinggal di rumahnya. lama-kelamaan, takut terjalin fitnah, si istri juga memohon kumed menikahi bunda si murid. subhanallah.

Jadilah kumed memiliki istri 2. menempuh hari penuh kesederhanaan, kumed dan juga kedua istrinya hidup senang.

Walaupun ketiadaan, mereka nampak aman dan juga silih menunjang satu sama lain. sampai 6 bulan setelah itu, kumed berulang dihadapkan pada suasana yang buatnya tertekan.

Gimana tidak, walaupun hati mau menolak, dia tidak dapat berperan kala guru spiritualnya di kampung memohon buat menolong mengurus janda muda yang sudah lama hidup seorang diri.

Apalah energi, lagi-lagi bagai memakan buah simalakama, kumed menikah buat ketiga kali. widih, seru pula ya cerita asmara kang kumed.

“Seru sih seru, cari nafkahnya pula seru, kang. tetapi, alhamdulillah, sih terdapat aja rezeki mah,” ucapnya.

Iya sih kang. terlebih pemasukan guru honorer tidak harus seberapa.

“Nah, itu ia makanya aku suka marah bahwa terdapat orang menghina aku, menuduhnya aku tidak harus setia, nafsu sama perempuan dan juga macam-macam. mereka tidak harus ketahui aja gimana yang sesungguhnya,” curhat kumed menggebu.

Ya ampun, tabah ya kang kumed. allah tidak harus hendak kasih cobaan melebihi batasan keahlian umatnya. senantiasa antusias ya, kang!.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Habib Bahar Bebas Dari Penjara, Tidak Takut Ditangkap Polisi Lagi Kalau Tak Bersalah

Riza Patria Terpilih Wagub Jakarta, Sejumlah PR Menanti

Anies Baswedan : Selalu Gunakan Masker Saat Beraktifitas di Luar Rumah

Karo Binkar SSDM Polri, Brigjen Dedi Prasetyo Luncurkan Tiga Buku

Pilih Jadi Akademisi, Roy Suryo Mundur Dari Demokrat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar