Ini yang Dikatakan Penyuluh KB, Kehamilan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Terkini.id, Jakarta – Angka kelahiran diprediksi meningkat sembilan bulan lagi. Hal ini disebabkan kebijakan berkegiatan di rumah saja sebagai uapaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Ditambah lagi layanan pemasangan alat KB yang terkendala.

Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Sragen, Suwanto menyatakan, tingkat kelahiran diprediksi bakal tinggi sekitar sembilan bulan lagi. Kondisi ini tidak lepas dari anjuran pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah.

”Anjuran ini berdampak angka kehamilan semakin meningkat,” ujar Suwanto seperti dikutip dari Timesindonesia, Jakarta, Rabu 29 April.

KampungKb.bkkbn.co.id

Baca Juga: Pesatnya Penyebaran Covid-19, Irma Indriani: Pola Pikir Sangat Berpengaruh Besar

Beliau menjelaskan analisa dalam 9-10 bulan ke depan tingkat kelahiran bisa cukup tinggi. Dikatakan, saat ini keikutsertaan prorgam KB turun, tentu angka kelahiran akan naik.

”Kemungkinan bisa 10 persen kenaikan dari normal,” tutur Penyuluh KB wilayah Jenar itu.

Baca Juga: Alumni SMPN 84 ‘Berani’, Melaksanakan Qurban Ditengah Tengah Pandemik Covid-19

Pihaknya menerangkan saat ini penyuluh KB di Sragen hanya ada 52 orang. Akibat Covid-19 ini juga berdampak pada penyuluh KB. Saat ini kesertaan KB baru mengalami penurunan. Karena pelayanan di Puskesmas dan Klinik saat ini dibatasi.

Suwanto menyebutkan, sebenarnya yang berminat untuk KB masih banyak. Hanya saja layanan dibatasi. Pembatasan pelayanan dalam sehari maksimal 5-10 pelayanan. Penurunan bisa mencapai 45 persen. Sedangkan biasanya Penyuluh KB menggelar safari KB setiap tahun.

Padahal, terang dia, bisa mencapai 800 peserta KB baru. Namun karena Corona ini kegiatan dengan mengumpulkan banyak warga ditiadakan. Imbauan pemerintah tidak boleh melakukan kegiatan dengan banyak orang karena rentan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Reproduksi Corona Masih 1,1, Alasan Anies Perpanjang PSBB Hingga 4...

Dijelaskannya, setiap hari para kader di tingkat desa mendata siapa yang akan menikah. Selain juga mendata warga yang akan pasang kontrasepsi.

”Dengan dampak Covid-19 ini kita memberi pembinaan pada warga. Baik yang ingin pasang KB maupun yang ingin menikah. Kita berikan pemahaman tentang 8 fungsi keluarga,” tandasnya.

Bagikan