Ketum SS Berikan Bansos, Sikapi Pernyataan Presiden Larangan Pulkam dan Mudik

Bansos
Ketua Umum sadulur Salembur Shodik Murdiono sedang memberikan Bansos Kepada Ketua Korwil Cisalak Ujang Kurnaedi. (Foto: Arman/ jakarta.terkini.id).

Terkini.id, Depok – Shodik Murdiono Ketua Umum (Ketum) Sadulur Salembur (SS) memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada anggota SS yang ada di tiga kordinasi wilayah (Korwil) yang masih ada di perantauan.

Shodik Murdiono mengatakan, bahwa kepedulian dirinya kepada anggota SS yang masih ada di perantauan, yang boleh dibilang usaha mereka tidak efektif karena menyikapi adanya aturan PSBB yang sudah diterapkan di Jabotabek.

“Dengan adanya larangan PSBB ini sangat mempengaruhi, maka SS yang sampai ini belom mampu memberikan kontribusi apapun. Maka saya selaku Ketum menginisiasi, berihtiar bagaimana teman-teman yang masih diperantauan jangan sampai kelaparan,” kata Shodik Ketum SS saat ditemui jakarta.terkini.id dirumahnya, Sukmajaya, Depok, Sabtu 25 April 2020.

Shodik Murdiono berikan Bansos kepada Sadulur Salembur Korwil Cijantung, yang diterima oleh perwakilan Korwil. (Foto: Arman/ jakarta.terkini.id)

“Kalau menjamin ya tidak mampu karena organisasi ini baru berdiri. Alhamdulillah ada rekan dari jakarta pak H. Dalil yang ikut membantu memberi bantuan, bagaimana agar teman-teman merasakan adanya keberadaan SS dalam kondisi covid-19,” tambahnya.

Menurut Shodik, anggota SS yang sudah pulang kampung, hampir delapan puluh lima persen sudah berada di kampung halaman, dan Shodik pun menjelaskan bahwa SS blom mampu memberikan bansos kepada anggota SS yang sudah berada di kampung halaman.

Baca juga:

“Yang masih berada diperantauan kisaran lima belas persen dengan berbagai pertimbangannya, yang masih punya tanggung jawab lain, delapan puluh lima persen sudah dikampung halaman, walaupun hari ini kita blom mampu menjangkau, memberikan secara ekonomi kepada anggota SS yang sudah berada dikampung halaman,” tuturnya.

Bansos yang diberikan oleh Ketum SS untuk anggta SS, yang ada di tiga Korwil yang masih di perantauan. (Foto: Arman/ jakarta.terkini.id).

Kemudian Shodik pun menyebutkan, bahwa anggotanya yang ada di kampung halaman sudah bisa bermanfaat buat masyarakat sekitar, mereka sudah berpartisipasi di bidang penyemprotan cairan disinfektan di tempat tinggalnya masing-masing.

“Banyak manfaat, yang pertama bisa berkordinasi dengan sesama anggota, berkordinasi dengan aparat pemerintah, bahwa kondisi seperti ini bisa dijaga bersama, anggotanya yang baru pulkam agar isolasi diri, agar tetap mengikuti prosedur kesehatan yang sudah ditetapkn pemerintah,” imbuhnya.
Shodik pun ikut menanggapi pernyataan Presiden, tentang perbedaan antara pulang kampung dan mudik yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat maupun warganet.

“Yang sedang jadi pembicaraan antara perbedaan mudik dan pulang kampung, bahwa kita organisasi belum mampu bisa menjamin walupun kita menahan, tetapi kemampuan kita hanya bisa menghimbau, ini pun demi kesehatan bersama dan dirinya sendiri, dalam kondisi seperti ini kita belom mampu melakukan penekanan secara maksimal,” pungkasnya.

Lalu beliaupun menjelaskan, bahwa anggota SS belom ada yang terpapar covid-19 sampai saat ini.
“Alhamdulillah kalau yang terpapar blom ada informasi secara jelas, paling tidak anggota SS ikut menjaga, sampai saat ini anggota SS blom ada yang terkena covid-19,” tandasnya.

Komentar

Rekomendasi

DPC Jakbar Gercin Sosialisasikan New Normal dan Bagikan Masker ke Masyarakat

Dandim 0507 Beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Adakan Kegiatan di Yayasan Al-Mugni

Komunitas Cool Manfaatkan Tekhnologi Zoom Meeting Untuk Ibadah Raya

DPD DKI Jakarta Gercin, DPC, Anggota Peduli Tetangga dan Masyarakat

Ramadhan Ceria SMAN 40 Dipenuhi Oleh Motivasi Publik Pigur

JPKP: Giat Sosial Sadar Pentingnya Menggunakan Masker

Paket Buka Puasa dan Takjil Ramadhan Ikalibels, Jitera Kreasi dan Ikalintas 84 Jakarta

DPD DKI Jakarta Gercin, Berikan Bansos Kepada Anggota yang Terdampak Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar