Statment Ketua SS Terkait PDP Covid-19 Dibenarkan Oleh Lurah Desa Cimungkal

Covid-19
Logo Sadulur Salembur. Foto; Dok

Terkini.id, Depok – Shodik Murdiono selaku Ketua Paguyuban Sadulur Salembur (SS) Menghimbau kepada Anggotanya yang ada di perantauan dan yang ada di kampung halaman agar mentaati peraturan pemerintah, terkait adanya Covid-19.

Shodik juga menjelaskan, terkait adanya terduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Di Desa Cimungkal, Kec. Wado, Kab. Sumedang, yang sembilan puluh sembilan persen anggota SS Berasal dari desa tersebut. Tetapi untuk terduga PDP bukan anngota SS.

“Hari ini Diduga terdapat PDP warga Cikabeet Kel. Cimungkal. tetapi bukan anggota SS,” ungkap Shodik kepadaJakarta.terkini.id Depok, Sabtu 18 April 2020.

Shodik juga menuturkan, bahwa salah satu PDP berinisial FF (17) adalah salah satu karyawan pabrik yang berada di Purwakarta, Jawa Barat. Pulang kampung karena sakit Tifus, yang di jemput orang tuannya dan trapel.

“Dua hari yang lalu FF dijemput oleh orang tuanya memake trapel yang dikemudikan NP dan ME, sudah, beberapa hari sakit di Purwakarta,” jelasnya.

Sudah di cek ke Puskesmas Kec. Wado sambung Shodik, dia pun menuturkan bahwa FF di diduga ada gejala-gejala yang mirip seperti kena Covid-19.

“Sore ini dijemput oleh pihak rumah sakit daerah Kab. Sumedang, memake mobil ambulance. Imbuhnya.

Dede Rustandi saat diwawancarai oleh wartawan koranindonesia.id (Foto; Arman/ jakarta.terkini.id)

Shodik juga mengajak ke semua anggota SS, agar berhati-hati dan mengajak agar memeriksaan diri, Dan anggotanya dimohon agar jangan panik serta jangan sekali-kali memberitakan berita hoax atau propokasi yang membuat panik.

“Dimohon kejujuran anggota SS Barangkali anggota SS yang sempet berkomunikasi dengan FF atau pengemudi travel agar memeriksakan diri, jangan panik, dan jangan mempropokasi atau membuat hoax,” pungkasnya.

Adanya PDP di Kampung Cikabeet Desa Cimungkal, Semua itu dibenarkan oleh Dede Rustandi selaku Lurah Desa Cimungkal, Kec. Wado. Kab.Wado Sumedang Jawa Barat.

“Iya benar FF dinyatakan positif terpapar Covid-19, setelah di cek melalui rafid test oleh tim kesehatan yang langsung dari Sumedang,” tutur Dede melalui sambungan wathsapp, sekitar jam 21; 30 WIB, Sabtu, 18 April 2020.

Dede pun menambahkan, kalau FF yang diduga terpapar Covid-19 hari ini dikarantina di RSUD Sumedang sampai waktu yang ditentukan.

“Hari ini langsung dibawa ke RSUD Sumedang dan langsung dikarantina disana,” tukasnya.

Diapun menghimbau kepada para perantau, untuk tidak mudik dulu sementara, untuk semua keluarga FF dan yang telah berkomuikasi dengan PDP agar dikarantina mandiri.

“Untuk yang dirantau mohon bersabar jangan mudik, dan untuk keluraga FF dan kampung tersebut untuk karantina mandiri, soal biaya Pemdes akan bantu dengan sekuat tenaga,” tandasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kemendes PDTT Gandeng KPK, untuk Berantas Korupsi di Tingkat Desa

Pelaku Curat Terhadap Pengendara Grab Ditangkap Unit Reskrim Polsek Limo

FWJ dan PWOIN DKI Kawal Insiden Laka Lantas yang Menjerat Amanda Sunindar

Kades Ditembak Mati, Pelaku Dendam Karena Dipecat Korban

Remaja Usia Sekolah Sempat Menghilang Tujuh Belas Jam, Modus Pencurian Baru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar