Rosiana Meninggal Negatif Covid-19, Dikebumikan Layaknya Terkena Covid-19

Covid-19
Yuli berbaju hitam berdampingan dengan Ketua DPC Gercin Jakarta Utara, (foto; Arman/terkini.id)

Terkini.id, Jakarta – Saat warga tetangga mengusir satu keluarga yang diberitakan Covid-19, ternyata bukan. Pengemasan jenazah seperti terkena Covid-19.

Adanya mis komunikasi dari Humas RS, yang disampaikan kepada RT setempat, atas wapatnya almarhum Rosiana (15) Kel. Warakas, Kec. Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Yuli sebagai tetangga korban mengatakan, bahwa semua sebagai pelajaran buat kita. Bahwa tidak semua yang dikebumikan dengan Cara terkena Covid-19, itu semua positif Covid-19.

“Jadi sebagai masukan buat kita khususnya warga DKI, agar tidak ada lagi kesalah pahaman, siapapun yang wafat di RS bahwa yang dikebumikan dengan cara C-19, itu belom tentu kena Covid -19,” jelas Yuli yang resah dengan tindakan warga yang mengusir keluarga terduga Covid-19, Kel. Warakas, Kec Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin 06 April 2020.

tim medis mendata dan mengecek keluarga almarhum Rosiana, (foto; Arman/terkini.id)

Yuli pun menjelaskan kronologi kematian Rosiana (15) yang diduga oleh warga terkena Covid-19, korban merupakan pasien Puskesmas, sejak lama karena kelainan gula yang tinggi sampai 670 saat di tes dan dibawa ke RS Koja, Jakarta Utara.

“Sampai di RS, karena dinyatakan ada batuk berdarah maka dirujuk ke dua RS yaitu, RS Yuliani dan RS Persahabatan,” jelasnya.

“Oleh karena dua RS tersebut rujukan Corona, maka perkiraan Keluarga dan Warga sakit Corona, sedang hasil tes resmi blom diketahui,” tambahnya.

Masih Yuli, keesokan harinya Adik sikorban yang bermain diluar rumah terkena batuk-batuk, sehingga tetangga dan warga yang tinggal berhimpitan merasa khawatir dan ketakutan.

“Jadinya mereka semua mengusir semua keluarga Rusiana, dan agar dibawa kerumah sakit Wisma Atlit. Terjadilah keributan dan kepanikan warga,” Yuli menuturkan
Hadir pula Ketua DPC Gercin jakarta Utara Dinny M, diapun ikut berkomentar tentang masalah yang terjadi pada keluarga korban.

“Cara-cara penyampaian dari yang terkait seperti dari rumah sakit harus dibenahi agar tidak simpang siur hausnya ada sosialisasi kepada warga dari pihak terkait,” tandasnya.

Pada hari yang sama, dari pemerintah Jakarta Utara hadir ketempat keluarga Korban termasuk tim medis, untuk memeriksa Keluarga almarahum yang terduga Covid, dan hasilnya semua keluarga korban negatif.

Dilokasi kejadian hadir tim medis dari Wisma atlit, Dr Ade, dari Sudin Dr Budi dan Soleh, dari tim ambulace Kolonel Prabowo, Asep dari Kodam Jaya yang ditugaskan dari Wisma Atlit, Tri Handoko dari Danramil dan ketua DPD DKI Gercin Dra Irma.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kasus Tanah Samboja di Kaltim, Pengacara: Perintah Presiden Jokowi Bayar Tanah Rakyat, tak Dipeduli Perusahaan BUMN

Ormas Gercin DPD DKI Siap Membantu Pemerintah, Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Wendeilyna Simarmata terpilih sebagai Ketua Club Catur Rusawa Marunda periode 2020-2024

Jelang Pilkada, Keamanan Cianjur Tidak Kondusif, Wartawan Diancam Sajam

Masa AMPD Tuntut DPP Gerindra Membatalkan Costan Oktemka Sebagai Bupati Pegunungan Bintang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar