Penderita Covid-19 di ASEAN Capai 9.376 Orang, 282 Meninggal Dunia

Infografik Corona
Indonesia menempati posisi ke 4 di ASEAN dengan jumlah penderita 1528 orang.

Terkini.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan Covid-19 pandemi global. 199 negara di dunia kini berjuang melawan penyebaran masif corona. Tak terkecuali di Negara ASEAN.

Menurut worldometer sampai 31 Maret 2020 sudah 819.025 orang yang terjangkit, 39.794 meninggal dunia dan 173.209 orang sembuh.

Di kawasan ASEAN yang meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara 3% total luas daratan di Bumi, populasinya mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia.

Malaysia jadi negara terbanyak kasus covid-19 di ASEAN.

Luas wilayah ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8 Triliun Dolar AS.

Jika ASEAN sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan dunia setelah Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Prancis, Brasil, Inggris, dan Italia.

Baca juga:

Mengingat kepentingan geografis, ekonomis dan politik yang strategis, sejak beberapa tahun belakangan, ASEAN mencoba menjajaki perluasan anggota di sekitar ASEAN diantaranya ke Bangladesh, Palau, Papua Nugini, Republik Tiongkok (Taiwan) dan Timor Leste.

Di ASEAN jumlah penderita Covid-19 per 31 Maret telah mencapai 9376 kasus dan 282 orang meninggal dunia.

Indonesia sendiri menempati urutan ke 4 dengan jumlah penderita 1528 orang, 136 diantaranya meninggal dunia.

Terbanyak ke tiga, Thailand 1651 kasus dan 10 orang meninggal, lalu Filipina 2084 kasus dengan 88 orang meninggal dan Malaysia 2766 kasus, 43 orang meninggal.

Kendati seluruh negara di ASEAN telah melaporkan adanya kasus positif terpapar virus corona SARS-CoV-2 di wilayahnya, perkembangan jumlah kasus dari setiap negara berbeda.

Komentar

Rekomendasi

Pangeran Charles Positif Corona, Kini Isolasi Mandiri di Skotlandia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar