Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan Karawang Desak Presiden Jokowi Terbitkan Keppres

GTKHNK35+
GTKHNK35+ saat audiensi dengan DPRD Kab. Karawang (Foto: Dede Solihin)

Terkini.id, Jakarta – Puluhan guru honorer dan tenaga kependidikan non K di Karawang Jabar desak Presiden Joko Widodo terbitkan Keppres tentang pengangkatan menjadi PNS tanpa test. (21/3)

Guru dan tenaga kependidikan di Karawang yang rata-rata berusia 35 hingga 54 tahun ini sudah mengajar diatas 10 tahun.

Para guru dan tenaga kependidikanhonorer non kategori yang hingga saat ini masih mengabdi, tetap akan memperjuangkan status mereka untuk bisa diangkat menjadi PNS.

Dede Solihin (Berpeci), Ketua GTKHNK35+ Karawang mendapat dukungan pimpinan DPRD Kab. Karawang, Pendi Anwar (Foto: Dede Solihin)

Dede Solihin selaku ketua GTKHNK35+ optimis Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan guru dan tenaga kependidikan honorer non K menjadi PNS tanpa melalui tes.

“Tidak semua sekolah disetiap Korwilcambidik yang ada di Karawang ini memberikan tunjangan insentif kepada guru dan tenaga kependidikan honorer khususnya GTKHNK 35+ yang beranggotakan 7.000 guru honorer dan tenaga kependidik non K ini, “ ujar Dede.

Baca juga:

“Gaji kami pun masih jauh dari sejahtera. Ini yang kami alami. Menjadi guru dan tenaga honorer di daerah dengan APBD yang minim merupakan tantangan berat bagi kami, “ tandas Dede yang saat kuliah rela berjualan asongan di bis ini.

Baca Juga : Dampak Covid-19, 7 Platform Belajar Online Ini Gratiskan Aksesnya

GTKHNK35+ sangat berharap agar Presiden Jokowi terketuk pintu hatinya untuk segera menerbitkan Keppres yang mengakomodir GTKHNK35+ diangkat menjadi PNS tanpa tes, dan memberikan gaji yang sesuai UMK Karawang sebesar Rp. 4.5 juta serta dibayarkan dengan sistem bulanan dari APBN bagi guru dan tenaga hoinorer yang berusia 35 ke bawah.

Selama ini banyak upaya yang dilakukan para GTKHNK35+ untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tanpa mengurangi dedikasi sebagai pendidik. Berbagai usaha pun mereka geluti.

Seperti ada yang berdagang makanan ringan dijual dengan keliling dari kampung ke kampung setelah pulang mengajar. Ada yang menjadi tukang parkir dan lain sebagainya.

Nasib para GTKHNK35+, terutama di Kab. Karawang sangat memprihatinkan. Terlebih statusnya belum ada kepastian dari pemerintah. Oleh karena itu, sudah selayaknya pemerintah memperhatikan nasib kami.

Di tengah masa darurat wabah virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda sebagian wilayah di Tanah Air, termasuk di Karawang berimbas pada dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di kelas pun untuk sementara diliburkan.

“ Tetapi belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan menggunakan media online. Siswa kami berikan tugas dan mereka harus mengerjakannya di rumah serta melaporkannya kepada guru, “ tutur Dede.

Komentar

Rekomendasi

Penyaluran BPNT Bogor Dinilai Sarat Penuh Dengan KKN

Rizal Ramli Meminta Kepada Presiden Agar Sekolah Ditutup Hingga Awal Tahun 2021

Ibu Guru Dipergoki Warga, Saat Melakukan Hal yang Tak Senonoh

Setelah Beberapa Hari Menghirup Udara Segar, Habib Bahar bin Smith Kembali Dipenjara

Bansos Tidak Merata, Ketua DPD DKI Jakarta Gercin Angkat Bicara

Dede Rustandi: Suka Cita Warga, FF Pasien RSUD Sumedang Negatif Covid-19

Ketua DPD DKI Jakarta Gercin, Blusukan Berikan Bansos Terdampak Covid-19

Pelaku Perampasan Viral di Medsos Saat Aksi Kejar-kejaran dengan Tim Rajawali

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar