Komunitas UKM Silver Interfor Ajak UKM Melek Ekspor

Pelatihan ekspor
Pahala Manalu (Baju Putih Tengah) praktisi eksportir selama 20 tahun mengajak pelaku UKM berani ekspor.

Terkini.id, Jakarta – Jumlah pelaku UMKM yang berperan sebagai eksportir masih sangat minim. Salah satu penyebabnya, biaya ekspor cenderung mahal. Selain harus memiliki surat izin ekspor.

Kualitas barang yang baik menjadi salah satu syarat agar produk yang sudah dikirim tidak dikembalikan.

Selain ekspor, saat ini pemasaran juga masih menjadi salah satu kendala UMKM. Sampai saat ini tak sampai 15 persen pelaku UMKM yang sudah terhubung dengan jaringan online.

Melihat fenomena ini, Priscilla Tarina selaku pengurus Komunitas UMKM Silver Interfor yang merupakan wadah pelaku bisnis atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (JaBoDeTaBek) binaan BINUS University menggelar workshop eksport bagi pelaku UKM di Mangga 2 Mall, Jakarta.

70 peserta workshop eksport yang diselengarakan Komunitas UKM silver Interfor bersama pahalakita.com berasal dari berbagai wilayah Indonesia

Dihadiri lebih dari 100 pelaku UKM se-Indonesia, Komunitas UKM Silver Interfor menggandeng praktisi eksportir yang sudah berpengalaman selama 20 tahun, Pahala Manalu untuk membagikan pengalaman dan kiat-kiatnya selama menjadi eksportir selama ini.

Pahala Manalu merasa miris melihat banyak sarjana menganggur dan UKM yang tidak berkembang padahal potensi untuk eksport terbuka lebar.

Pahala Manalu pemilik pahalakita.com merupakan marketplace B2B (Bisnis Untuk Bisnis) yang dijalankan secara online internet untuk mempertemukan supplier, produsen, eksportir, importirs , pada perdagangan dalam dan luar negeri.

“ Banyak yang dapat dollar adalah perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia, menjual barang-barang asli Indonesia keluar negeri dengan harga tinggi, “ ujar Pahala.

Pahala melalui pahalakita.com bekerjasama dengan usaha kecil dan menengah, membantu mendapatkan peluang bisnis baik di dalam negeri maupun eksport market.

Melalui pahalakita.com, Manalu mengundang pedagang internasional yang bekerja sama sebagai pembeli atau penjual atau produsen dan distributor untuk menghubungkan mereka baik lokal dan international agar terjadi transaksi bisnis yang menguntungkan semua pihak.

Lebih lanjut, Manalu mengungkapkan jika Indonesia kekurangan eksportir, dari total ekspor Indonesia tahun 2019 sebesar 161 millyar dollar, 50% lebih adalah perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.

“Ada 10 item barang siap ekspor ada di mejanya dan di promosikan setiap harinya ke seluruh dunia, “ lanjut Pahala.

Pahala berharap dapat menularkan ilmu ekspornya ke UKM-UKM di pelosok Indonesia.

Pahala menceritakan ada kisah lucu saat ekspor becak ke Kanada.

“Ternyata, ukuran becak kita tidak sesuai dengan badan orang Kanada, jadi becak yang diekspor di museumkan saja disana, ‘ ujar Pahala lagi.

Tarina selaku koordinator workshop ini berharap semakin banyak eksportir bermunculan dan semakin terpacu UKM-UKM untuk ekspor produk dan barangnya. .

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pesatnya Penyebaran Covid-19, Irma Indriani: Pola Pikir Sangat Berpengaruh Besar

GRPP Hadir, Siap Melawan yang Merongrong Pancasila

Brimob Disiagakan Dalam Pengamanan Ormas di Mapolda Banten

Korps Brimob dan DVI Polri Hadir untuk Kemanusiaan

Tetap Untung Meski Pandemi, Bisnis Zaman Now Ini Layak Jadi Pilihan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar